TINJAUAN UMUM TENTANG KEGIATAN BELAJAR

Pengertian Belajar

Belajar adalah key term istilah kunci yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan. adapun definisi lain dari belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dan merupakan setiap jenis dan jenjang pendidikan (Muhiddi Syah, 2003 h. 63).

Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan/ menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/ materi pelajaran.

Jenis-Jenis Belajar

Dalam proses ada dikenal bermacam-macam kegiatan belajar, baik dalam aspek materi dan metodenya maupun dalam aspek tujuan dan perubahan tingkah laku yang diharapkan. Adapun jenis-jenis belajar :

@ Jenis abstrak

Belajar abstrak adalah belajar yang menggunakan cara-cara berfikir abstrak. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan pemecahan masalah-masalah yang tidak nyata.

@ Ragam Keterampilan

Yaitu belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik yakni yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot, Neuromuscula tujuannya yaitu memperoleh dan menguasai keterampilan jasmania tertentu, misalnya olahraga, melukis, menari dan lain-lain

@ Jenis Sosial

Yakni belajar memahami masalah-masalah dan teknik untuk memecahkan masalah tersebut. Tujuannya untuk menguasai pemahaman dan kecakapan dalam memecahkan masalah-masalah sosial, seperti masalah keluarga, masalah persahabatan, kelompok dan lain-lain.

@ Jenis Pemecahan masalah

Yaitu belajar menggunakan metode-metode ilmiah yaitu berfikir, secara sistematis, logis, teratur dan teliti. Tujuannya ialah untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan kognitis untuk memecahkan masalah secara rasional, lugas dan tuntas.

@ Jenis Rasional

Yaitu belajar dengan menggunakan kemampuan berfikir secara logis dan sistematis (sesuai dengan akal sehat). Tujuannya yaitu untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan prinsipnya dan konsep-konsep.

@ Jenis Kebiasaan

Yaitu proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan yang telah ada. Tujuannya agar siswa memperoleh sikap dan kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif.

@ Jenis Apresiasi

Yaitu belajar mempertimbangkan arti penting atau nilai suatu objek. Tujuannya agar siswa memperoleh dan mengembangkan kecakapan ranah rasa atau kemampuan menghargai secara tepat terhadap nilai objek tertentu

@ Jenis Pengetahuan

Yaitu belajar dengan cara melakukan penyelidikan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu. Tujuannya agar siswa memperoleh atau menambah informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu lebih rumit dan memerlukan kiat khusus dalam mempelajarinya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat kita bedakan menjadi 3 macam, yakni :

1) Faktor internal. Yaitu faktor yang berasal dari dalam siswa sendiri yang meliputi 2 aspek yaitu aspek psiologis dan aspek psikologis (aspek jasmani dan rohani)

2) Faktor eksternal. Yaitu faktor yang terdiri dari 2 macam faktor lingkungan sosial seperti para guru, masyarakat dan lain-lain lingkungan non sosial seperti gedung sekolah dan letaknya, rumah tepat tinggal dan lain sebagainya.

3) Faktor Pendekatan Belajar. Disamping faktor-faktor internal dan eksternal siswa faktor pendekatan belajar juga berpengaruh terhadap taraf keberhasilan proses pembelajaran siswa tersebut seperti :
Faktor internal siswa yaitu aspek psiologis dan aspek psiokologis


  • Faktor internal siswa yaitu aspek psiologis dan aspek psiokologis
  • Eksternal siswa yakni lingkungan sosial (keluarga, guru dan staff, masyarakat) dan lingkungan non sosial seperti, rumah sekolah dan lain sebagainya.

Sakit Gigi Sebabkan Kematian

Kyle Willis, seorang laki-laki berumur 24 tahun dari Ohio, Amerika, meninggal dunia karena infeksi gigi. Menurut stasiun TV WLWT, gigi geraham Kyle mulai sakit dua minggu sebelumnya, dan dokter gigi menganjurkan untuk dicabut. Tapi, Kyle adalah seorang single father tanpa asuransi kesehatan (di Amerika sulit dan mahal untuk melakukan beberapa prosedur kesehatan tanpa asuransi). Sakit yang dirasakan Kyle kemudian merambat ke kepala dan bengkak di bagian wajah, yang membuat dia memutuskan untuk ke Unit Gawat Darurat. Di sana dokter menganjurkan Kyle untuk menebus resep antibiotik dan pain killer, tapi dia hanya sanggup untuk membayar satu jenis obat saja dan yang dipilih adalah penghilang rasa sakit. Rasa sakitnya memang menghilang, tapi infeksinya terus menjalar – dan akhirnya menyerang otak dan menyebabkan otak Kyle membengkak.

Dr. Irvin Silverstein seorang dokter gigi dari Universitas California mengatakan kalau apa yang dialami Kyle bukan hal yang jarang terjadi. “Orang jarang menyadari kalau penyakit gigi bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius. Masalahnya bukan hanya pada penampilan. Banyak orang yang pada akhirnya meninggal karena penyakit gigi. Dan ironisnya, penyakit gigi adalah jenis yang paling bisa disembuhkan bahkan dihindari.”

So, Fimelova, jangan pernah meremehkan sakit gigi. Serta jangan lupa melakukan perawatan gigi secara teratur, minimal setiap 6 bulan sekali.
◄ Posting Baru
 

Copyright © 2012. Sumber Ilmu 66 - All Rights Reserved Template by Blog Bamz - Sumber Ilmu - Email Gratis Mughits - Ilmu dan Pendapat